Komplikasi Yang Terjadi Pada Anak Penderita Hidrosefalus

Komplikasi Yang Terjadi Pada Anak Penderita Hidrosefalus

Komplikasi Yang Terjadi Pada Anak Penderita Hidrosefalus – Tahukah Anda ? Hidrosefalus merupakan penyakit yang amat menyiksa, bagaimana tidak ? penyakit ini dapat membuat si penderita mengalami kesulitan untuk mengangkat kepala dan membuat tubuh menjadi kecil serta tubuh menjadi tergulai lemah.

Belum diketahui penyebab pasti dari penyakit ini, namun beberapa dokter tetap berusaha dan menuturkan bahwa beberapa faktor seperti Terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf, infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak janin, pendarahan di dalam otak, tumor otak, cedera parah di kepala dan penyakit stroke yang dapat menyebabkan timbulnya hidrosefalus.

Gejala dari penyakit ini sangatlah bervariasi dan tergantung pada usia penderitanya. Oleh karena itu setiap dari gejala hidrosefalus dapat berbeda-beda dan dipengaruhi oleh usia penderita. Namun gejala yang paling umum dari penyakit hidrosefalus adalah Sakit kepala,mual/muntah, masalah dengan keseimbangan, pembesaran kepala, koordinasi lemah, inkontinensi, perubahan kepribadian dan masalah memori.

Segera periksakan bayi, anak, atau diri Anda sendiri ke dokter jika melihat atau merasakan gejala-gejala hidrosefalus. Terutama pada bayi yang menderita hidrosefalus, jika tidak ditangani dengan cepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  • Gangguan koordinasi.
  • Epilepsi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Penurunan daya ingat.
  • Kesulitan belajar.
  • Gangguan bicara.
  • Sulit berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih.

Namun, pada kondisi yang jarang terjadi penyakit hidrosefalus bisa juga menimbulkan beberapa komplikasi yang jarang terjadi dan bahkan bisa mengancam jiwa. komplikasi itu antara lain :

  • Atrofi Otak.
  • Herniasi otak yang dapat berakibat kematian.
  • komplikasi hidrosefalus berdasarkan kepala anak yang semakin membesar dan tubuh yang semakin kurus tetapi bertambah berat.

Itulah komplikasi yang perlu Anda waspadai dan tetap selalu menjaga kesehatan supaya terhindar dari penyakit hidrosefalus.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post Obat Herbal Hidrosefalus Bayi

01 May 2017

Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

 

Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi – Memiliki bayi yang mengalami keluhan penyakit tentu menuai kekhawatiran yang besar untuk para orangtua. Betapa tidak, kondisi penyakit yang melumpuhkan kesehatan si buah hati akan dapat membuat mereka terkulai lemah dan tidak berdaya.

Sama halnya dengan kondisi kesehatan hidrosefalus yang menyerang seorang bayi. Kondisi penyakit ini seringkali ditandai dengan pembesaran ukuran kepala bayi yang tidak normal. Penderita hidrosefalus akan mungkin menampakan ukuran kepala yang jauh lebih besar dari ukuran kepala bayi pada umumnya.

hidrosefalus sendiri merupakan sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan atau gangguan akibat cairan di dalam otak. Gangguan inilah yang menyebabkan kelebihan cairan meningkat dan selanjutnya kondisi ini akan menekan jaringan yang ada di dalam otak.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan resiko hidrosefalus pada bayi dapat terjadi. Beberapa kondisi ini pada umunya patut untuk diwaspadai dengan betul. Sebab beberapa kondisi ini dapat mengindikasikan adanya keluhan berbahaya yang berkaitan dengan jaringan otak bayi.

Untuk mengetahui beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan hidrosefalus dapat terjadi pada bayi baru lahir diantaranya adalah :

  • Terjadi penyumbatan yang membuat cairan CSF ini menjadi tidak bisa kering.
  • Produksi cairan cerebrosfinal fluid (CSF) yang berlebihan.
  • Adanya kista di bagian otak.
  • Adanya tumor otak.
  • Adanya kanker.
  • Adanya infeksi di bagian otak karena jamur atau bakteri dan parasit.
  • Adanya malformasi otak.
  • Adanya cedera di bagian otak.
  • Adanya pendarahan di otak.
  • Adanya masalah tau gangguan radang otak.
  • Adanya masalah atau kelainan di pembuluh darah yang ada di otak.

Beberapa kondisi diatas pada umumnya mengindikasikan adanya penyakit bahaya. Jadi demikian, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter anak. Supaya penanganan lebih lanjut dapat dilakukan.

Selain beberapa penyebab diatas, ada pula beberapa kondisi yang dapat beresiko memicu hidrosefalus pada bayi dalam kandungan. Diantaranya adalah:

  • Cacat tabung saraf
  • Adanya pendarahan yang terjadi di otak
  • Infeksi yang terjadi saat kehamilan
  • Adanya cedera otak
  • Adanya malformasi otak
  • Adanya infeksi otak

Jangan sepelekan kondisi ini, segera bawa anak anda ke dokter untuk dilakukan penanganan yang lebih baik.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Obat Herbal Hidrosefalus Pada Bayi

29 Apr 2017

Cara Mengetahui Gejala Hidrosefalus Pada Anak Anda

Cara Mengetahui Gejala Hidrosefalus Pada Anak Anda

Gejala, Ciri Dan Tanda Hidrosefalus Pada Anak – Hidrosefalus adalah suatu kondisi yang terjadi saat cairan menumpuk di tengkorak dan menyebabkan otak membengkak. Kerusakan otak bisa terjadi akibat penumpukan cairan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan perkembangan, fisik, dan intelektual.

Hidrosefalus terutama terjadi pada anak-anak dan orang dewasa di atas usia 60 tahun, namun orang dewasa muda juga bisa mendapatkannya. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) memperkirakan hal itu 1 sampai 2 dari setiap 1.000 bayi dilahirkan dengan hidrosefalus.

Hydrocephalus sering merupakan cacat bawaan atau sesuatu yang dibawa saat dilahirkan tetapi juga bisa menjadi kondisi yang diakuisisi, yang berarti ia berkembang di kemudian hari. Selain itu, terdapat 2 penyebab yang dapat mengakibatkan kondisi ini terjadi seperti Sistem ventrikel tersumbat atau menyempit di suatu tempat, Otak tidak berkembang secara normal, dan ventrikel lebih besar dari normal sebagai bagian dari masalah.

Tanda dan gejala hidrosefalus sangat bervariasi dan sesuai dengan umur mereka. Bayi, anak – anak, dewasa dan manula memiliki gejala dan tanda yang berbeda-beda.

Tanda dan Gejala hidrosefalus pada bayi meliputi:

  • Kepala yang cukup besar.
  • Kenaikan ukuran kepala yang cepat.
  • Lapisan lembut atau menonjol (fontanel) di bagian atas kepala.

Gejala yang terjadi pada fisik.

  • Muntah.
  • Kantuk.
  • Sifat lekas marah.
  • Susah makan.
  • Kejang.
  • Mata tertuju ke bawah (sunsetting mata).
  • Defisit otot dan kekuatan, responsif terhadap sentuhan, dan pertumbuhan yang diharapkan.

Bayi dan anak memang berbeda beda gejalanya. Tanda dan Gejala pada anak yang lebih tua, antara lain :

Gejala fisik

  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur atau ganda.

Tanda-tanda fisik

  • Pembesaran abnormal kepala balita.
  • Kantuk.
  • Kesulitan tetap terjaga atau terbangun.
  • Mual atau muntah.
  • Koordinasi yang buruk.
  • Nafsu makannya buruk.
  • Kejang.

Perubahan perilaku dan kognitif

  • Sifat lekas marah.
  • Perubahan kepribadian.
  • Masalah dengan perhatian.
  • Penurunan kinerja.
  • Keterlambatan atau masalah dengan keterampilan yang diperoleh sebelumnya.

Itulah beberapa Gejala, Ciri dan Tanda Hidrosefalus. Hal ini berguna untuk mencegah komplikasi yang sangat berbahaya dengan cara mengenali gejala nya dan melakukan pengobatan hidrosefalus.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Obat Herbal Hidrosefalus

27 Apr 2017

Definisi Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Definisi Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Definisi Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi – Hidrosefalus berasal dari kata Yunani “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala. Sesuai dengan namanya, ini adalah kondisi di mana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan di otak. Meskipun hidrosefalus pernah dikenal sebagai “air di otak,” air “sebenarnya adalah cairan serebrospinal (CSF) – cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Penumpukan hasil CSF yang berlebihan menyebabkan pelebaran ruang yang tidak normal di otak yang disebut ventrikel. Pelebaran ini menciptakan tekanan yang berpotensi berbahaya pada jaringan otak.

Penyebab dasar dalam beberapa kasus penyakit ini, hidrosefalus dimulai sebelum bayi lahir. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • Cacat lahir di mana tulang belakang tidak menutup.
  • Kelainan genetik
  • Infeksi tertentu yang terjadi selama kehamilan, seperti rubella

Kondisi ini juga dapat terjadi pada bayi, balita, dan anak-anak yang lebih besar karena:

  • Infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, terutama pada bayi.
  • Pendarahan di otak selama atau segera setelah melahirkan, terutama pada bayi yang lahir prematur
  • Cedera yang terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan.
  • Trauma kepala.
  • Tumor sistem saraf pusat.

Hidrosefalus terutama terjadi pada anak-anak dan orang dewasa di atas usia 60 tahun, namun orang dewasa muda juga bisa mendapatkannya. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) memperkirakan hal itu 1 sampai 2 dari setiap 1.000 bayi dilahirkan dengan hidrosefalus.

Menurut dokter spesialis anak di RSUD Manokwari, dr Maria Warwe, kasus hidrosefalus beberapa kali ditemui di Manokwari, Papua Barat. Selama 3 tahun terakhir, ada 6 kasus yang telah ditanganinya. Kasus terakhir adalah anak dari pasangan Ayu (27) dan Joko (30), warga Manokwari, yang lahir dengan cacat bawaan dan menderita hidrosefalus.

Hidrosefalus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, jadi penting bagi Anda mengenali gejala kondisi ini dan segera lakukan pengobatan. Kondisinya lebih sering terjadi pada anak-anak, tapi bisa terjadi pada usia berapapun.

Berikut ini merupakan gejala dan tanda dari penyakit hidrosefalus pada bayi, antara lain :

  • Kejang.
  • Muntah.
  • Susah makan.
  • Ekstrim fussiness.
  • Mengantuk berlebihan.
  • Rendah otot dan kekuatan.
  • Mata yang tertekan ke bawah.
  • Peningkatan pesat dalam lingkar kepala.
  • Menggores fontanel, atau titik lemah di permukaan tengkorak.

Penyakit hidrosefalus juga terbagi ke dalam 3 kelompok, yaitu :

  • Hidrosefalus kongenital atau bawaan.

Kondisi ini terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun akan tampak menggelembung dan menegang. Bayi dengan hidrosefalus, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang. Gejala-gejala hidrosefalus bawaan lainnya adalah mudah mengantuk, mual, rewel, dan susah makan.

  • Hidrosefalus yang didapat atau acquired.

Kondisi ini diderita oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain penderita akan mengalami mual, nyeri leher dan nyeri kepala. Gejala lain dari hidrosefalus tipe ini adalah mengantuk, penglihatan buram, bingung, sulit menahan kemih atau menahan buang air besar, dan sulit berjalan. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.

  • Hidrosefalus dengan tekanan normal.

Kondisi ini umumnya dialami oleh lansia (di atas 60 tahun). Penderita akan kesulitan menggerakkan kaki, sehingga beberapa dari mereka terpaksa menyeret kaki supaya dapat berjalan. Gejala lain adalah kacaunya kendali kemih yang ditandai dengan sulit menahan buang air kecil atau sering merasa ingin buang air kecil.

Segera periksakan bayi, anak, atau diri Anda sendiri ke dokter jika melihat atau merasakan gejala-gejala hidrosefalus. Terutama pada bayi yang menderita hidrosefalus bawaan, jika tidak ditangani dengan tepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Obat Herbal Hidrosefalus Bayi

Definisi Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

26 Apr 2017

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

22 Apr 2017